Oleh: Mulyono
Di antara sekian banyak agenda pembangunan bangsa, pendidikan merupakan salah satu agenda penting dan strategis yang menuntut perhatian sungguh-sungguh dari semua pihak. Sebab, pendidikan adalah faktor penentu kemajuan bangsa pada masa depan. Jika kita sebagai bangsa, berhasil membangun dasar-dasar pendidikan nasional dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan di bidang-bidang lain. Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi modal manusia (human investment) yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa.
Bangsa-bangsa maju di dunia pasti ditopang oleh SDM berkualitas sehingga memiliki keunggulan hampir di semua bidang, termasuk ekonomi. Menurut sejumlah ahli, krisis ekonomi yang demikian dahsyat yang melanda Indonesia, selain disebabkan oleh faktor-faktor teknis ekonomi, juga dikarenakan terbatasnya SDM yang kita miliki. Padahal, SDM yang berkualitas merupakan unsur penting dalam membangun daya tahan (ekonomi) bangsa. Krisis multidimensional yang pernah melanda Indonesia sejak pertengahan Juli 1997 hingga pengaruhnya sampai sekarang seolah menegaskan dan semakin meyakinkan kita, betapa faktor SDM itu amat vital. Pendidikan merupakan salah satu elemen paling penting dalam membangun SDM yang berkualitas.
Terlebih lagi memasuki abad ke-21 yang ditandai oleh proses globalisasi, dengan persaingan yang sangat ketat, maka bangsa Indonesia dituntut untuk menyiapkan SDM berkualitas yang memiliki keunggulan kompetitif. Semua itu hanya bisa diperoleh melalui pendidikan yang bermutu. Dengan demikian, pendidikan yang baik dan bermutu merupakan conditio sine quanon bagi upaya memenangkan kompetisi global.
Dalam teori pembangunan konvensional, masalah SDM belum mendapat perhatian secara proporsional. Teori ini masih meyakini bahwa sumber pertumbuhan ekonomi itu terletak pada konsentrasi modal fisik (physical capital) yang diinvestasikan dalam suatu proses produksi seperti pabrik dan alat-alat produksi. Modal fisik termasuk pula pembangunan infrastruktur seperti transportasi, komunikasi, dan irigasi untuk mempermudah proses transaksi ekonomi. Namun, belakangan terjadi pergeseran teori pembangunan bahwa yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi justru faktor modal manusia (human capital) yang bertumpu pada pendidikan. Pendidikan mempunyai nilai ekonomi yang demikian tinggi, sampai-sampai MJ. Bowman (1996) menyebut the human investment revolution in economic thought.
Pergeseran teori ini terjadi bersamaan dengan pergeseran paradigma pembangunan, yang semula bertumpu pada kekuatan sumber daya alam (natural resource based), kemudian berubah menjadi bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia (human resource based) atau lazim pula disebut knowledge based economy. Pergeseran paradigma ini makin menegaskan betapa aspek SDM bernilai sangat strategis dalam pembangunan.
Dalam teori pembangunan kontemporer, dikemukakan bahwa pendidikan mempunyai keterkaitan yang amat erat dengan pembangunan ekonomi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Oleh karena itu, investasi di bidang pembangunan SDM bernilai sangat strategis dalam jangka panjang sebab ia memberikan kontribusi yang amat besar terhadap kemajuan pembangunan, termasuk untuk memacu pertumbuhan ekonomi.*
*Amich Alhumami, “Pendidikan dan Pembangunan Ekonomi,” Kamis, 20 Januari 2000, Dalam http://www.kompas.co.id/, Diakses pada 19 September 2008.
------------
Mulyono, MA. lahir pada 26 Juni 1966 di Prayungan, Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur. Dosen tetap Fakultas Tarbiyah UIN Malang ini juga aktif dalam berbagai penelitian. Buku yang berhasil ditulis adalah Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan (2008), Psikologi Agama Dalam Perspektif Islam—bersama Drs H. Baharuddin, M.Pd.I (2008), Visi Tarbiyah Melahirkan Pendidik Ulul Albab—bersama Dr. H. Asmaun Sahlan, M.Ag. serta puluhan artikel yang dimuat dalam berbagai jurnal. Penulis tinggal di Malang.
*)Dikutip dari buku Konsep Pembiayaan Pendidikan (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010)
Menjadi Kepala Sekolah Efektif